Iklan Politik


Sejak awal 2007, ruang-ruang publik kita banyak disesaki oleh iklan-iklan politik para elit. Ada Sutrisno Bachir, Prabowo Subianto, Wiranto dan sejumlah tokoh yang lain. Mereka memamfaatkan media TV sebagai wadah sosialisasi gagasan, membangun spirit dan kritik atas kondisi bangsanya. “Hidup adalah perbuatan” demikian tagline SB, yang ditukangi oleh Rizal Mallarangeng lewat foxindonesianya. SB dan Prabowo muncul di media dengan pesan kebangkitan bangsa. Sementara Wiranto dengan kritiknya yang cukup pedas terhadap rezim SBY-JK.

Setuju atau tidak, babak baru demokrasi Indonesia tengah memasuki era demokrasi liberal. Ketika ruang politik begitu terbuka dan siapapun boleh mengekspresikan hak politiknya, maka sebenarnya era kontestasi telah dimulai. Teori “survival at the fittes” kemudian akan berlaku. Siapa yang mampu menjadi terbaik melalui proses seleksi alam akan tampil sebagai yang terbaik.

Dalam proses menuju yang terbaik inilah seringkali terjadi masalah. Misalnya saja, bagaimana orang yang secara finansial tidak cukup banyak duit bisa tampil menjadi pemimpin sementara dalam proses politik meniscayakan cost politik yang high. Sementara bagi mereka yang berduit, saya kira tidak ada persoalan.

Sekarang mari kita telaah sedikit, kenapa orang melakukan iklan politik? Jawabannya adalah karena si pengiklan ingin memperoleh tempat dibenak masyarakat. Maka sebenarnya, pertarungan dalam iklan politik adalah pertarungan bagaimana menang dibenak mereka (rakyat).

Dalam iklim politik saat ini. Brand begitu sangat penting. Jika positioning dimaknai sebagai janji terhadap konstituennya, maka apa positioning SB di mata konstituennya? Ketika SB mengatakan bahwa “Hidup Adalah Perbuatan” maka SB sedang mengikrarkan janji kepada setiap masyarakat (konstituennya) bahwa ia bisa membawa perubahan, membawa spirit atau membawa sesuatu yang baru. Tagline itu memposisikan SB sebagai seorang pekerja keras.

Iklan

4 pemikiran pada “Iklan Politik

  1. Mass Media dan tukang iklan makin kaya, semoga mereka tidak berniat mengakal-akali rakyat indonesia tercinta. Namanya politik, sungguh saya (mungkin kebanyakan kita)tidak pernah mengerti politik.

  2. salam kenal dari bandung
    saya suka membaca artikel anda, punya muatan ilmiah,
    iklan politik bisa mencelakakan buat orang yang hanya melihat kulit luarnya, tapi bisa tertutupi kalau memiliki dana politik yang besar untuk membangun citra
    http://hendra07.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s