Ideologi Kemasan


Komunikasi politik satu arah, lewat iklan kini telah menjadi trend pilihan elit. Berbagai hasil riset mengungkapkan bahwa iklan yang paling banyak direspon publik adalah iklan TV. Sangat beralasan jika kemudian pilihan elit jatuh pada iklan TV. Yang untung konglomerat media. Sementara rakyat tetap miskin, tertindas dan jadi korban iklan. Sebab mereka tidak memahami apa isi sesungguhnya dari kemasan iklan tersebut.

Dalam pemasaran, kemasan memang sangat penting. Kemasan atau packaging dimaksudkan untuk melindungi isi supaya lebih tahan lama, mudah ditenteng dan tentunya menambah eksotik dari suatu barang. Tentunya dengan design grafik yang the best.

Dalam kasus iklan politik diberbagai TV swsta, sesungguhnya dapat dibaca juga dalam domain ideologi kemasan. Elit kita menjatuhkan pilihan komunikasi politiknya pada iklan yang tentunya cuman satu arah. Tidak ada proses negosiasi dan tanya jawab dalam komunikasi gaya ini. Dengan ideologi kemasan itulah para elit melakukan pencitraan diri tentang kiprahnya. Tentang bayang-bayang perubahan dan tawaran lainnya. Mereka berebut mengambil perhatian pemilih.

Iklan politik tidak ada bedanya dengan iklan komersial lainnya. Elit berusaha memenangkan kompetisi politik atau bagaimana memenangkan pasar. Tentuya mereka yang efisien dalam produksi dan mampu melakukan pemasaran politik dengan excelent. Iklan disamping media komunikasi politik sebagaimana saya tulis dibagian depan, juga adalah cara untuk melakukan pemasaran.

Elit membungkus dirinya dengan menawarkan harapan, ajakan untuk mengkonsumsi produk sendiri, mereka mengajak anak negeri untuk tidak melupakan sejarah nasional kita, mereka mengajak untuk berbuat lebih baik lagi, mereka menyapa rakyat di pasar-pasar dengan elegan dan penuh hati.

Saya yakin tidak semua elit jelek. Toh, ada juga yang masih baik. Tapi siapa? kita belum lihat. Mereka belum tampil dan muncul ke publik. Bahwa ada janji sorga yang ditawarkan elit kita lewat kampanye-kampanye TV ia. Tapi rakyat perlahan-lahan mulai cerdas. Janji-janji tidaklah cukup bagi mereka. Lihatlah misalnya kasus Pilkada Jawa Tengah. Rakyat dengan elegan memilih golput dari pada mempercayakan pilihannya pada orang yang tidak jelas. Semoga kehadiran NGOs/Ormas mempu mengambil peran mencerdaskan kaummnya. Sebab partai politik tidak mampu melakukan pendidikan politik yang baik bagi rakyat.

Iklan

Satu pemikiran pada “Ideologi Kemasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s