Dicari Caleg Progresif


Masa transisi politik dan pemerintahan yang demikian lama memang menyisakan banyak masalah. Tetapi dalam rentang transisi itu, juga terselip hal-hal positif yang harus diapresiasi. Masalah-masalah yang mengemuka misalnya adalah pelembagaan politik yang belum kuat dan mapan. Sistem politik yang masih relative tertutup. Pragmatisme politik yang kebablasan. Aktor-aktor politik yang masih didominasi oleh wajah lama yang cenderung abai dengan perubahan. Bahkan pada tingkat tertentu, status quo.

Sedangkan sisi positifnya dapat dilihat dari semakin terbukanya ruang kebebasan bagi setiap warga Negara untuk mengambil peran dan kiprah politik pada setiap level pemerintahan. Kalau kita menengok kebelakang, nampak suasana ini tidak akan kita jumpai. Sebab dimasa lampau semuanya dibungkam. Suasana kebebasan hakiki sebagai ekspresi politik individu tidak ada.

Pemilu 1999 dan 2004 telah berlalu dengan kemenangan para cukong dan politisi yang tak memiliki ideologi. Ideologi mereka hanya satu, untung. Inilah yang menjadi salah satu persoalan mendasar dari sisi rekruitmen partai politik yang gagal menarik orang-orang dengan kapasitas terbaik. Tapi ini tidak sama sekali salah partai politik. Keengganan sebagai orang-orang dengan integritas moral baik untuk berkiprah didunia politik, juga menjadi sebab diisinya caleg-caleg yang tak bermutu itu.

Pemilu 2009 sangat penting artinya dalam mendorong caleg-caleg progressif untuk terlibat dalam badan legislatif. Caleg progressif ialah caleg dengan kemampuan berfikir, melakukan ekspresi politik dan menyuarakan kepentingan-kepentingan publik diluar cara-cara biasa. Mereka berifikir out of the box.

Seorang caleg progressif dapat diidentifikasi dari rekam jejaknya selama ini. Apa sih kiprah eksistensialnya selama ini? Sehingga dengan demikian, seorang pemilih dapat mengeksekusi pilihannya pada mereka. Perjuangan terberat yang akan dialami oleh seorang legislator adalah menghadapi partainya sendiri. Sebab kultur partai di Indonesia masih demikian hegemonik. Itulah yang dialami legislator-legislator muda kita. Seperti Yuddi Crisnandi – harus terdepak karena berbeda pandangan dengan fraksinya – Rama Pratama dan Maruar Sirait.

Caleg progressif merupakan butuhkan mendesak dalam kondisi politik yang demikian rapuh. Kita berharap dari mereka lahir regulator yang cerdas, inspiratif dan memberdayakan. Hanya dengan demikianlah kesejahteraan dapat kita raih. Intinya dukunglah caleg progressif, jika masih mengingingkan masa depan yang lebih baik. Tinggalkan politisi busuk yang sudah karatan. Sosonglah Indonesia baru dengan harapan dan perubahan-perubahan yang lebih berarti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s