The Joneses dan Kekalahan Kapitalisme


Bagi anda yang suka nonton, ada film bagus nich. Judulnya The Joneses. Saya ingin mengutipkan ulasan situs lovely today, mudah-mudahan bisa menjadi referensi bagi anda peminat studi globalisasi dan budaya popular.

The Joneses : Menyalahkan Kapitalisme Dengan Telak
Kamis, 26 Agustus 2010 Coba lihat sekeliling Anda, utamanya bagi Anda yang bermukim di kota besar. Rasanya kota makin lama makin sempit dan terasa sesak karena bertumbuhnya mal di berbagai sudut. Sejumlah analisa ekonomi menganggap bahwa hal tersebut adalah sentimen positif dari ekonomi yang bergerak maju. Parameternya adalah bahwa tak mungkin mal dibangun, jika tak ada golongan masyarakat yang akan membelanjakan sebagian besar penghasilannya disana bukan? Tapi sekali lagi, benarkah mal menjadi pertanda pergerakan positif dari ekonomi?

Jika menanyakan hal itu pada Michael Moore, maka sineas vokal itu boleh jadi meradang. Ia bahkan bersuara tegas yang dituangkannya dalam film terbarunya bertajuk Capitalism A Love Story. Moore melihat dengan jernih pelbagai sisik melik yang menggurita di sebuah sistem ekonomi bernama kapitalisme. Dan masyarakat menjadi korbannya. Untung saja Moore tak bertemu dengan keluarga Jones. Jika itu terjadi, entah apa yang terjadi.

Keluarga Jones, kita sebut saja The Joneses, terdiri dari Steve (David Duchovny), istrinya yang jelita, Kate (Demi Moore) dan dua anaknya yang remaja, Jen (Amber Heard) dan Mick (Ben Hollingsworth). Mereka pindah ke daerah suburban yang kasat mata terlihat jelas dihuni oleh golongan menengah atas. Rumah megah berdiri dimana-mana dengan para suami yang melulu bermain golf setiap hari dan istri yang hanya sibuk berjogging hingga ke salon. Dan mereka pun sesungguhnya demikian. Namun keluarga ini berbeda dengan yang lain. Mereka begitu cepat mengakses teknologi teranyar, mobil termutakhir, peralatan kecantikan terbaru hingga minuman ringan terkini. Segera saja mereka langsung menjadi trendsetter di kota kecil itu. Apalagi mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia dan serba berkecukupan. Steve selalu terlihat mesra dengan Kate sementara Jen dan Mick juga menjadi idola baru di lingkungan teman sebayanya.

Tapi apa yang terlihat tak selalu sama dengan apa yang sebenarnya terjadi. Keluarga Jones sesungguhnya adalah keluarga bohongan. Mereka disewa oleh sebuah perusahaan untuk menjadi influencer bagi produk-produk terkini. Inilah praktek marketing tercanggih dalam sebuah sistem kapitalisme. Maka ketika para suami terpukau dengan Steve, maka mereka pun beramai-ramai membeli peralatan golf yang dipakainya hingga jenis mobil yang dikendarainya. Para istri yang silau dengan Kate juga memborong busana olahraga yang dikenakannya hingga makanan awet yang dikonsumsinya. Tanpa sadar, semuanya masuk dalam lingkaran setan. Ada yang memaksakan diri hingga bertindak diluar kontrolnya. Dan hasilnya prakter tersebut memakan nyawa manusia.

Boleh jadi, selain karya Moore, inilah film yang paling satir mengupas soal marketing dan upayanya yang melakukan cara apapun demi mencapai tujuan yang diinginkan. Dan semuanya dipaparkan dengan gamblang, detil dan meyakinkan. Tentunya karena ada Derrick Borte, seorang praktisi periklanan, yang kini terjun langsung membesut The Joneses. Disini Borte menumpahkan semua kegeramannya. Dan ia menyalahkan penuh sebuah sistem bernama kapitalisme itu.

Tapi tunggu dulu. Patutkah kapitalisme yang menjadi kambing hitam? Bukankah manusia harusnya punya iman untuk menahan diri sehingga tak memaksakan kehendak membeli barang yang sesungguhnya tak mampu dibelinya dan juga dibutuhkannya? Disinilah sisi yang dilihat negatif oleh sebagian kritikus karena Borte membuat karyanya ini sebagai penghakiman. Ia menilai kapitalisme secara hitam putih. Ada yang setuju, namun tak kurang banyak pula yang menganggap karya ini membukakan mata untuk senantiasa merasa cukup dengan apa yang kita punyai.

The Joneses sesungguhnya menemukan momentumnya di tengah dunia yang terasa makin materialistis. Ketika orang hanya dinilai dari merek pakaian yang dikenakannya, tas yang disandangnya, sepatu yang dipakainya hingga mobil yang dikendarainya. Dan disinilah film ini menempeleng kita dengan keras. Untuk segera membuat kita tersadar. Sayangnya misi positif film ini tak terasa didengung-dengungkan karena The Joneses dirilis terbatas. Sayang sekali, film dengan pesan sepenting ini hanya bisa menyampaikannya pada segelintir orang. (ipe/photo: istimewa)

THE JONESES

Director : Derrick Borte
Cast : David Duchovny, Demi Moore, Gary Cole
Script Writer : Derrick Borte

Sumber: http://www.lovelytoday.com/entertainment/d/2010/08/26/2943/the-joneses-menyalahkan-kapitalisme-dengan-telak

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s