Polisi dan Konflik Berbasis Agama


Bismillahirrahmanirrahim, waddu haa …” dering ponselku terdengar. Saya terbangun. Di layar nampak terlihat nama Guntur. Suasana masih gelap. Lengang. Sunyi. “Di mana mas Mul” tanyanya. “Sory mas, saya masih di rumah, tertidur lagi. Tadinya sudah bangun sich pukul 04.00-an” jawabku dengan apologis. “Boleh ndak saya dijemput di depan pasar klitikan, jln HOS Cokroaminoto, soalnya motorku bocor”? pintaku sembari memberi penjelasan.

Saya mandi, menyiapkan baju, rekaman, note dan keperluan lainnya. Pagi itu saya dan mas Guntur akan ke Akpol, Semarang. Rencananya akan menginap. Disana kami akan melakukan wawancara untuk menggali input. Kami kebetulan memperoleh tugas untuk menulis modul pemolisian dan konflik berbasis agama. Modul ini rencananya akan didesain menjadi bahan pembelajaran bagi stakholder’s. Ada empat orang yang terlibat dalam program ini, saya sendiri (di minta mengkoordinir), mas Guntur, Puguh Windrawan dan Katrina Widyowati.

Program ini merupakan kerja bersama antara Universitas Paramadina, Paramadina foundation-CSPS UGM & CHRS UII. Masing-masing lembaga memiliki core yang menjadi tugasnya.

Saya menuju jalan hos cokroaminoto. Disana saya menunggu. Kira-kira hampir pukul 07 Wib pagi itu, mobil sampai di depan pasar klitikan. Kami berangkat bertiga dengan driver. Kira-kira pukul 11 Wib kami sampai di bumi Bhayangkari, kampus Akpol. Kami langsung ke gedung cendekia. Disana kami sudah janjian dengan bagian Bindik yang juga staff pengajar untuk mata kuliah manajemen konflik.

Namun karena masih ada tamunya, kami mampir ke ruangan sebelah, bagian kurikulum. Saya dan mas Guntur ngobrol. Si bapaknya nostalgia dengan kami. Ceritanya mulai dari kost-kostan sampai bioskop kelas ekonomi (mahasiswa). Rupanya si bapak ini alumni jurusan ilmu pemerintahan fisipol UGM.

Beberapa saat kemudian bapak yang kami tunggu ke ruang kami ngobrol. Kami berdiskusi secara cair. Si bapaknya cukup luwes. Aura intelektualnya jelas. Ia memang alumni S2 resolusi konflik dan perdamaian UGM. Ada banyak gagasan yang terlintas dalam diskusi hangat siang itu. “Sejauh mana aspek-aspek resolusi konflik di kuliah disini pak” kami membuka pertanyaan. “Secara spesifik, soal konflik berbasis agama belum ada di kurikulum Akpol” jelasnya. “Tetapi ada satu matakuliah namanya manajemen konflik sudah dipelajari taruna(i) Akpol. Matakuliah itulah satu-satunya yang bicara soal konflik” ujarnya memaparkan.

“Saya pikir menarik juga untuk mewawancarai para mantan Kapolda yang pernah bertugas di wilayah-wilayah konflik” ujarnya memberi saran. “Oh gagasan yang menarik itu pak” timpal mas Guntur. Jadi bicara konflik dalam pengalaman nyata para Bhayangkara negara.

“Mau minum apa, kopi atau teh”? ujarnya menawari kami. “Kopi pak” secara bersamaan kami menjawab. “Mbak, jaluk tulung di buatkan kopi mas Guntur dan Mul ya” ujarnya kepada staf yang ada diruangan siang itu.

Kami berdiskusi santai siang itu. Bercanda. Ketawa-ketiwi. Semua dalam kehangatan dan nuansa yang akrab.

Memperkuat Lembaga Polisi

Belakangan ini kekerasan dengan menumpang isu agama sangat meresahkan. Ada sekelompok kecil anak bangsa yang tega melakukan tindakan-tindakan yang tidak manusiawi karena berbeda. Padahal berbeda itu biasa. Sunnatullah. Dengan mudah melakukan cap terhadap orang lain yang berbeda dengan entitasnya.

Dalam konteks ini, tentu masyarakat sipil harus menjadi bagian dalam ikut mendorong tumbuhnya kehangatan berbangsa. Merajut kembali benang-benang kemanusiaan yang sobek.

Institusi kepolisian memiliki posisi strategis. Ia berada dibaris depan dalam konflik-konflik ini. Memperkuat kapasitas Bhayangkara negara ini jadi penting. Kita berharap sejak awal tindakan preventif dibangun. Nah, membekali calon-calon perwira remaja kepolisian melalui pendidikan di Akpol dengan pengetahuan dan keterampilan penanganan konflik bernuansa agama ini jadi sangat critical.

Amin … ..

Warung dan Postconflict Actor’s

Catatan perjalanan ke Padang (1) dan (2)

Iklan

Satu pemikiran pada “Polisi dan Konflik Berbasis Agama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s