Salah satu alat utama sistem persenjataan bagi seorang konsultan yaitu laptop. Tentu dengan beberapa yang lainnya seperti personal computer, printer, kamera, recording, LCD proyektor dan lain-lain. Jika diurut-urut, pekerjaan konsultan biasanya berkaitan dengan penyiapan kerangka acuan kerja (KAK atau TOR) lalu proses konsultasi terkait item-item pekerjaan (ruang lingkup), lalu berikutnya adalah eksekusi kegiatan, pelaporan (pendahuluan, progress & akhir) sampai kepada konsultasi akhir. Tentu rangkaian itu pastilah melibatkan laptop sebagai salah satu peralatan kerja yang penting bagi seorang konsultan.

Keinginan untuk membeli laptop sebenarnya sudah sejak awal ikut kuliah di UGM. Teman-teman kuliah pada beli laptop baru. Karena memang banyak tugas-tugas review jurnal dan buku, lalu merancang slide presentasi dan tentulah membutuhkan laptop. Kalau saya minta ke orang tua, pastilah dibelikan. Tapi saya merasa tidak enak. Sudah telalu banyak beban bagi orang tuaku.

Laptop inilah yang menamani hari-hariku yang cukup panjang
Laptop inilah yang menamani hari-hariku yang cukup panjang

Alhamdulillah walau pun tidak punya laptop, proses kuliah bisa lancar-lancar saja. Untuk tugas kelompok, saya sering dapat tugas untuk mempresentasikan bahan di depan kelas. Jadi tugasku merancang slide presentasi dan menyampaikan di kelas. Sementara untuk tugas individual biasanya saya kerjakan di sekretariat. Kebetulan saya aktif berorganisasi di Jogja.

Sejak 2009, saya mulai terlibat di sebuah lembaga konsultan, Institute of Public Policy and Economic Studies (PT. Inspect Multi Konsultan). Kebutuhan untuk memakai laptop semakin besar. Sementara waktu itu saya masih pinjam laptopnya adikku yang sedang kuliah di UII. Ada rasa tidak nyaman dan bersalah juga. Kebetulan di 2009, kantor mendapat project riset dari Bappeda DIY terkait penyusunan model kelembagaan ekonomi desa. Oleh kantor saya diamanahi menjadi koordinatornya.

Laptop dan kopi biasanya menemani dalam pekerjaan
Laptop dan kopi biasanya menemani dalam pekerjaan

Di tahun yang sama juga saya diminta oleh sebuah NGO di Jakarta untuk menfasilitasi sebuah workshop di Jogja. Dan semuanya bermula dari situ. Honor saya sebagai fasilitator lumayan gede. Kemudian panjar untuk pekerjaan di Inpect akhirnya digabung dan cukuplah untuk membeli sebuah laptop ukuran kecil. Hanya saja harus menunggu pameran komputer biar sedikit murah dibanding harga biasanya.

Dan sekitar Oktober 2009 mimpiku untuk beli laptop bisa ku wujudkan. Saya beli laptop merk le**** tipe IdeaPad S10-2. Dan sampai sekarang laptop itu masih saya pakai. Sudah beberapa tahun menemaniku dalam kerja-kerja konsultasi, pelatihan dan riset.

Thank’s Allah atas segala karunianya. Salah satu cita-citaku kedepan untuk melengkapi alutsista sebagai konsultan muda, yaitu membeli LCD proyektor. Sebenarnya uangnya sih sudah cukup. Tinggal menunggu momentum.

Iklan