Disuatu siang yang terik di kawasan Sleman saya sholat jum’at disebuah Masjid. Kebetulan kami sedang menyelenggarakan training pertanian terpadu di balai koperasi (kawasan Sleman). Karena acaranya tiga hari, yaitu jum’at – ahad sehingga ketika selesai pembukaan kami menuju masjid dan bersiap melaksanakan sholat jum’at. Apa yang menarik dari masjid itu, sehingga saya catatkan di blog ini?

Akses jalan bagi penyandang difabel ke tempat wudhu
Akses jalan bagi penyandang difabel ke tempat wudhu

Selintas tidak ada yang istimewa di masjid itu. Kubahnya. Tidak juga, biasa-biasa saja. Ha… apalagi keramiknya. Bagi saya yang menarik perhatian saya adalah sarana masjid yang aksesible bagi penyandang disabilitas. Saya baru menemukan dua masjid yang cukup perhatian dengan hak-hak penyandang disabilitas dalam beribadah. Yaitu masjid UIN Sunan Kalijaga dan Masjid di Sleman ini. Selebihnya saya belum pernah menemui. Padahal saya sering jalan ke beberbagai tempat. Atau jangan-jangan saya yang abai. Entahlah.

Hak beribadah adalah salah satu hak asasi yang dijamin oleh negara. Oleh karena itu, sebagai bentuk jaminan negara perlu memfasilitasi setiap warga negara untuk bisa melaksanakan ajaran agamanya itu. Termasuk bagi mereka saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus (difabel).

Pintu depan dibagian kanan akses jalan bagi difabel
Pintu depan dibagian kanan akses jalan bagi difabel

Catatan ini diinspirasi oleh sebuah talk show di sebuah stasiun TV Swasta. Ketika itu, talk show membahas mengenai aksesibilitas penyandang disabilitas di Jakarta. Memang, di Indonesia perlakuan dan perhatian terhadap disabilitas masih sangat memprihatinkan. Lebih tepatnya masih diskriminatif.

Dalam banyak aspek, termasuk ibadah saya kira. Banyak masjid masih tidak berperspektif difabel. Saudara-saudara kita yang difabel, banyak dari mereka sesungguhnya memiliki kecerdasan yang luar biasa. Saya kebetulan pernah bekerja mendampingi anak-anak sekolah yang akan ujian di pertuni. Sehingga banyak berinteraksi dan berdialog dengan mereka. Di beberapa kesempatan juga anak-anak difabel itu menjadi peserta Pelatihan Kader Taruna Melati (PKTM) yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Makassar.

Ini dia bro/sis masjidnya
Ini dia bro/sis masjidnya

Yang pasti, kita semua perlu memikirkan bagaimana hak-hak saudara kita penyandang disabilitas ini bisa difasilitasi oleh pemerintah. Dan mari kita berbuat yang bisa kita lakukan. Salam hangat.

Sekedar catatan kecil disore hari

Iklan