Nyemplung Pertama


Dumba’-dumba’ (nervous) tiba-tiba menyergapku. Siang itu Imran Lapong (instruktur selamku) memanggil. “Ayo kamu Mul, ingat ya melangkah. Gunakan Giant Stride Entry dan beri aba-aba ok kalau sudah di air” sergap kak Lapong memberi pengertian.

diving
Berdiri Dari Kiri: Aku, Carlos, Ridho, Dony, Lapong. Duduk: Salman & Regal

Hari itu bulan April 2014. Aku lupa persis tanggal berapa. Di dermaga kecil di pulau gusung menjadi saksi bisu bagi proses belajar menyelam yang aku jalani. Itulah kali pertama aku menyelam. Setelah sebelumnya belajar teori di kelas dan dasar-dasar renang dan free diving di dermaga benteng, selayar.

Dumba-dumba pastilah. Ini pertama kalinya aku masuk dikedalaman air. Hal pertama yang kurasa adalah tekanan. Ku tunjuk telingaku ke Om Regal yang menjadi buddyku. Ia segera merespon memintaku. “Equalisasi” ucapnya dengan bahasa insyarat, ia lalu memegang hidungnya.

IMG_3938.JPG
Mengasah Skill dengan teman seangkatan; Aku, Dony & Carlos

Dalam penyelaman dikenal sistem buddy dan bahasa insyarat dalam bentuk kode-kode menggunakan tangan. Seperti berbicara kepada tuna rungu. Buddy sistem karena menyangkut keselamatan. Misalnya tabung bermasalah, atau lain-lain sehinggi seorang penyelam bisa berbagi dengan buddynya.

Akhirnya aku pun bisa menyesuaikan. Telinga yang tadinya terasa sakit, perlahan tidak lagi. Om Regal lalu mengajari aku beberapa teknik. Seperti masker clearing, regulator recovery, teknik penggunaan fins (renang), melatih kenyamanan dan sebagainya.

Setelah melakukan latihan beberapa menit kami lalu naik. Aku mendiskusikan beberapa hal dengan kak Lapong. Misalnya, aku tanyakan soal teknik renang, penggunaan udara dan masker clearing. Yang satu soal bagaimana menghemat tenaga, yang satunya soal menghemat atau memakai secara leluasa saja udara di tabung, dan yang lainnya soal bagaimana membersihkan kalau masker fogging agar penglihatan enak.

***

IMG_20160317_103342Awalnya karena racun di facebook. Setiap kali membuka facebook selalu ada saja teman-teman facebookku yang mempublish foto divingnya. Kala itu tahun 2009. Macam mana rasanya. Begitu kata orang Medan. Apa lagi yang publish bukan orang Selayar. Sebagai anak pesisir, aku jadi tertantang.

Pokoknya suatu waktu aku harus bisa diving. Dan pada april 2014 itulah untuk pertama kalinya aku diving di kedalaman 8 – 10 meter.

Dulu sih sering free diving waktu SD & SMP. Berlomba menyelam mengumpulkan bintang laut. Dengan kacamata seadanya yang terbuat dari kayu, kami menyelam di kedalaman 3 hingga 5 meter.

Sungguh suatu pengalaman yang berharga. Thanks om Lapong. om Regal dan anggota suku SSD (Sileya Scuba Diving). Yaitu club selam anak-anak Selayar.

Iklan

Satu pemikiran pada “Nyemplung Pertama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s