Berfikir Marketing Politik

Saya mulai menyukai marketing, ketika belajar pemasaran pertanian dari Prof. Dwidjono Hadi Darwanto dan pak Indra Bastian, PhD. Kedua dosen saya itulah yang mengenalkan saya cara berfikir pemasaran. Ia selalu mengatakan bahwa berbeda antara menjual (selling) dengan pemasaran (marketing). Lalu apa sih bedanya antara berfikir menjual dengan berfikir marketing?

Menjelaskannya kira-kira begini. Orang yang berfikir menjual, ketika memulai proses politiknya pertanyaan yang harus dijawabnya adalah “apa yang akan dilakukan?” atau kira-kira apa yang mau dijual? Kerja keraskah, pengabdian, keturunan, agama, atau issue yang lebih seksi. (lebih…)

Iklan Politik

Sejak awal 2007, ruang-ruang publik kita banyak disesaki oleh iklan-iklan politik para elit. Ada Sutrisno Bachir, Prabowo Subianto, Wiranto dan sejumlah tokoh yang lain. Mereka memamfaatkan media TV sebagai wadah sosialisasi gagasan, membangun spirit dan kritik atas kondisi bangsanya. “Hidup adalah perbuatan” demikian tagline SB, yang ditukangi oleh Rizal Mallarangeng lewat foxindonesianya. SB dan Prabowo muncul di media dengan pesan kebangkitan bangsa. Sementara Wiranto dengan kritiknya yang cukup pedas terhadap rezim SBY-JK. (lebih…)

HAMKA dan Intelektual Organik

Membicarakan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) menjadi topik yang menarik. Tidak saja dalam hubungannya dengan dia sebagai seorang ulama. Tetapi luasnya kajian dan aktivitas tokoh Minangkabau ini. Sehingga teramat sulit bagi kita untuk mempersonifikasi dia sebagai sosok tunggal ke-ulamaannya. Jangan-jangan dengan mempersonifikasi pendiri panji masyarakat ini pada satu sosok, maka kapasitasnya yang begitu luas dan dalam bisa tereduksi. (lebih…)

Membela Teman Sebaya

Secara sederhana advokasi dapat diartikan dengan membela. Siapa yang mesti dibela? Mereka yang ditimpa kasus, masalah atau persoalan, baik yang terkait dengan hukum atau non hukum. Orang yang bekerja untuk membela inilah yang disebut dengan advokat.

Advokasi memang istilah yang akrab dalam dunia hukum. Tetapi advokasi tidak melulu harus orang hukum. Jika pengertian yang kita rujuk adalah membela atau pembelaan. Siapa pun bisa mengambil peran sebagai pembela. Ingat gak, bahwa advokasi itu merupakan perintah dari Allah Swt ” Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri Ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau’ ” (An Nisa : 75). (lebih…)