Naik Motor di Jakarta

Saat catatan ini saya tulis, saya sedang dalam penerbangan Jakarta – Makassar. Sebenarnya ada banyak peristiwa, momentum dan hal-hal yang sudah saya lewatkan begitu saja. Entah sebab apa saya jadi kehilangan gairah untuk menulis. Bisa jadi karena padatnya aktivitas. Atau karena memang kehilangan mood. Meski pun begitu, beberapa hal yang saya anggap penting saya catatkan dalam buku kecilku (lebih tepatnya; noted). Dalam beberapa hal, saya berusaha membiasakan diri menulis catatan. Walau tidak seluruh proses kehidupan saya mencatatnya secara ketat. Yang pasti membantu mengingat-ingat peristiwa yang sekiranya dianggap penting.

Ini perjalanan yang cukup panjang. Saya datang ke Jakarta tanggal 02/08/2014 dalam rangkaian kerja. Ada sejumlah persiapan yang kami harus sediakan untuk kepentingan pembuktian di Mahkamah.

Continue reading “Naik Motor di Jakarta”

Radikal Boleh Asal Jangan Main Mercon

Belum lama ini publik di kejutkan dengan aksi penggebrakan kelompok Nurul Haq di kawasan Ciputat oleh tim anti terror, Densus 88. Menurut penjelasan Polisi, kelompok ini merupakan jaringan Abu Roban dari tandzim jihad Indonesia bagian Barat. Yang selama ini di tengarai melakukan penembakan terhadap polisi di beberapa tempat di Jakarta.

Yang lebih menegankan tentu adalah tatkala penyergapan ini dilakukan di malam tanggal 31/12/2013. Dari penyergapan ini di temukan sejumlah dokumen yang menjadi target-target penyerangan. Ah alangkah ngerinya.

Continue reading “Radikal Boleh Asal Jangan Main Mercon”

Selamat Tinggal Mata, Welcome Salah

Club – CHELSEA FC – telah resmi mengumumkan transfer Juan Mata ke The Red Davils. Ia tinggal menunggu tes medis saja untuk memastikan mantan gelandang Valencia itu bisa tanda tangan kontrak. Harga transfer Juan cukup fantastis, £37 juta. Dan saya kira itu harga yang pantas untuk kualitas seorang Juan.

Continue reading “Selamat Tinggal Mata, Welcome Salah”

Belajar Hukum Humaniter

Saya ingin mencatatkan pengalaman beberapa tahun lalu. Tepatnya awal 2013. Kantor saya bekerjasama dengan Komite Internasional Palang Merah (ICRC). Staf dan volunteer dilatih soal Hukum Humaniter Internasional (HHI). Selama dua hari kami berjibaku dengan gagasan-gagasan tentang HAM dan hukum humaniter internasional. Kami nonton film, diskusi dan games. Sejumlah narasumber ikut berbagi pengalaman dengan kami.

Continue reading “Belajar Hukum Humaniter”

Budiman Sudjatmiko, Si Aktivis Rapi yang Memilih Perjuangan Politik

“Keterlibatan saya sebagai seorang aktivis merupakan konsekuensi logis dari pencarian akan makna kehidupan pribadi dan sosial saya sebagai seorang anak muda”. – Budiman Sudjatmiko

Seorang anak muda berkacamata menyampaikan orasi di tengah-tengah massa yang mendukung Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Suaranya menggelegar membakar emosi massa. Rambutnya di potong rapi. Di badannya menempel kameja berwarna putih lengang pendek – persis seperti anak kuliahan semester satu – dengan ujung bawah baju didalam celana. Kontras dengan kebanyakan massa aksi. “Buktikan organisasi kami komunis,” sergahnya suatu ketika di bulan Juli 1996. Siapa lagi kalau bukan Budiman Sudjatmiko. Namanya semakin melambung setelah peristiwa berdarah, 27 Juli 1996 di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat. Peristiwa getir yang memilukan. Sekaligus menjadi salah satu pemantik lagu perlawanan rakyat.

Continue reading “Budiman Sudjatmiko, Si Aktivis Rapi yang Memilih Perjuangan Politik”

Secangkir Kopi di Warkop Wajo

Langit Makassar lumayan terang sejak pagi. Sore itu saya bergerak ke kawasan Pengayoman. Cahaya lampu kota mulai menyala. Pertanda bahwa pergantian siang dan malam kini dimulai. Itu sunnatullah. Artinya ada siang pastilah ada malam. Demikian sebaliknya. Mobil dinas yang saya tumpangi mengantarku menyusuri jalan pengayoman. Saya minta diturunkan di sebuah jasa penjahitan pakaian. Saya memesan pakaian untuk kepentingan dinas kantor; sebuah jas.

Saya kirim pesan kepada seorang teman. Mengajaknya ngopi. “Ngopi yuk? saya lagi di jalan pengayoman, mau ke MP” begitu kira-kira sms yang saya kirim. Kebetulan sekali, sore itu saya mau beli kaos bola, Chelsea. Ia membalas. “Ok, saya masih di Smartfren, sedang antrian. Mungkin sejam lagi baru nyampe” balasnya dengan cepat.

Continue reading “Secangkir Kopi di Warkop Wajo”

Catatan Dari Orientasi Penyelenggara Pemilu

Saat sedang rakor validasi nama-nama calon anggota legislatif 2014, rekan kerja menyampaikan perihal undangan mengikuti orientasi dan pembekalan anggota KPU periode 2013-2018 yang di selanggarakan tanggal 25-28 Desember 2013 di Clarion Hotel, Makassar. Setelah rakor selesai, segera pamit untuk menyiapkan pakaian buat berangkat ke Makassar besoknya.

Continue reading “Catatan Dari Orientasi Penyelenggara Pemilu”

Sahabat

Kali ini aku ingin mencatatkan sebuah pengalaman bertemu kembali dengan sahabat lama. Bermula saat lembaga dimana saya bekerja – kpu – digugat oleh beberapa aktivis partai politik. Di pertengahan oktober yang panas tahun 2013, datanglah aku ke Jakarta. Kedatanganku tentu berbeda dari biasanya. Aku ke Jakarta seringkali karena urusan dengan lembaga donor; entah meeting atau workshop, dll. Intinya soal kerja dan seringkali karena pengen jalan-jalan. Kali ini ke ibu kota sebagai persakitan. Terlapor dalam perkara pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu.

Aktivis partai mempersoalkan keputusan kpu. Dituding tidak indepenlah. Kroni sebuah pemerintahanlah. Dan banyak lagi tudingan yang memerih rasa. Jauh sebelum mendaftar di lembaga penyelenggara pemilu itu, sudah terbayang soal-soal ini. Jadi aku tidak terlalu kaget. Dan kujalani biasa-biasa saja. Yang pasti, aku bekerja diatas rule of law. Dan apa yang di putuskan KPU dalam kaca mata kami sudah prosedural. Semua proses sudah dijalani. Bahwa harus ada yang tidak senang, itu soal lain.

Continue reading “Sahabat”