Radikal Boleh Asal Jangan Main Mercon

Belum lama ini publik di kejutkan dengan aksi penggebrakan kelompok Nurul Haq di kawasan Ciputat oleh tim anti terror, Densus 88. Menurut penjelasan Polisi, kelompok ini merupakan jaringan Abu Roban dari tandzim jihad Indonesia bagian Barat. Yang selama ini di tengarai melakukan penembakan terhadap polisi di beberapa tempat di Jakarta.

Yang lebih menegankan tentu adalah tatkala penyergapan ini dilakukan di malam tanggal 31/12/2013. Dari penyergapan ini di temukan sejumlah dokumen yang menjadi target-target penyerangan. Ah alangkah ngerinya.

Continue reading “Radikal Boleh Asal Jangan Main Mercon”

Belajar Hukum Humaniter

Saya ingin mencatatkan pengalaman beberapa tahun lalu. Tepatnya awal 2013. Kantor saya bekerjasama dengan Komite Internasional Palang Merah (ICRC). Staf dan volunteer dilatih soal Hukum Humaniter Internasional (HHI). Selama dua hari kami berjibaku dengan gagasan-gagasan tentang HAM dan hukum humaniter internasional. Kami nonton film, diskusi dan games. Sejumlah narasumber ikut berbagi pengalaman dengan kami.

Continue reading “Belajar Hukum Humaniter”

1 Oktober; Hari Kemanusiaan Nasional

Barangkali 1 Oktober layak diperingati sebagai hari kemanusiaan nasional. Dan kita semua bangsa Indonesia patut berkabung untuk itu. Bukan hanya perwira TNI AD yang tewas dalam peristiwa pilu di 1 Oktober 1965, dini hari itu. Tetapi juga jutaan orang yang meninggal dan dibantai sebelum (terutama kelompok Islam) dan pasca peristiwa itu. Dengan dalih “PKI”. Dan peristiwa itu telah membalik seluruh historitas Negeri ini. Boleh dikata itulah titik balik dari seluruh apa yang kita saksikan hari ini. Jakarta yang Macet. Liberalisasi sektor ekonomi dan perdagangan. Termasuk penguasaan terhadap konsesi pertambangan di Indonesia. Pangaturan daerah. Dan lain sebagainya. Dilain waktu saya ingin membuat catatan kecil, soal ekonomi ini kaitannya dengan peristiwa 65 ini.

Terlepas spekulasi mengenai apakah ada peran CIA dalam tragedi itu, yang pasti bahwa pembunuhan itu tidak bisa diterima. Baik pembunuhan kepada para perwira militer dan juga kepada mereka yang dicap PKI – oleh rezim – yang jumlahnya jutaan itu. Padahal menurut John Roosa, peristiwa itu adalah tragedi kemanusiaan terbesar kedua setelah Holocaus dalam rentang skala, waktu, dan jumlah korban yang ditimbulkannya (indoprogress, 2013).

Continue reading “1 Oktober; Hari Kemanusiaan Nasional”

Adakah HAM untuk Polisi …?

Mobil lumayan hilir mudik diperempatan itu. Disudut itu nampak sebuah kantor. Kelihatan nampak padat. Orang keluar masuk dengan berbagai keperluan. Ada yang menjadi terperiksa. Menjadi saksi. Ada juga yang mengurus keperluan seperti SIM dan izin lainnya. Pagi itu saya ke kantor Polresta Kota Padang, Sumatera Barat. Ada focus group discussion (fgd) dengan beberapa perwira, dan bintara.Seusai FGD, saya meminta waktu kepada beberapa perwira lulusan Akpol untuk melakukan pendalaman di Mapolresta. Penelitiannya waktu itu berkaitan dengan bagaimana kinerja lulusan Akpol dalam konteks pemolisian masyarakat (Polmas) dan HAM.

Continue reading “Adakah HAM untuk Polisi …?”

Hak-hak Difabel

Disuatu siang yang terik di kawasan Sleman saya sholat jum’at disebuah Masjid. Kebetulan kami sedang menyelenggarakan training pertanian terpadu di balai koperasi (kawasan Sleman). Karena acaranya tiga hari, yaitu jum’at – ahad sehingga ketika selesai pembukaan kami menuju masjid dan bersiap melaksanakan sholat jum’at. Apa yang menarik dari masjid itu, sehingga saya catatkan di blog ini?

Continue reading “Hak-hak Difabel”