Catatan Palembang (1)

Selamat datang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Palembang. Pasang sabut pengaman anda sampai pesawat ini benar-benar dinyatakan berhenti oleh otoritas Bandara” demikian pemberitahuan awak cabin Sriwijaya Air yang aku tumpangi.

Perjelanan ini lebih sebagai narasumber untuk suatu pelatihan. Bukan sama sekali dimaksudkan untuk wisata. Meskipun acap kali, usai memberikan fasilitasi, aku berkunjung ke destinasi disuatu kota. Jadi begini, di bulan Januari aku ketemu Zulfikar. Anak peternakan UGM dan aktivis disebuah gerakan; Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Continue reading “Catatan Palembang (1)”

Perkaderan IPM; Sebuah Catatan Refleksi

Malam itu suasana dingin Kaliurang menelisik kedalam tulang. Sementara jam sudah menunjukkan pukul 00.00 dinihari. Di ruang tengah sebuah gedung, anak-anak muda itu masih saja berdiskusi. Mereka gundah gulana. Mempertanyakan bagaimana masa depan perkaderan IPM. Bahkan menuduh SPI sebagai biang kerok dari segala persoalan carut marutnya perkaderan di organisasi otonom persyarikatan Muhammadiyah ini.

”Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) mengalami krisis kader” ungkap seorang diantara mereka, melontar perdebatan. Sementara yang lain menyatakan ”kedepan sistem perkaderan IPM harus di reformasi dan sesuai dengan kebutuhan lokal dan basis”.

Continue reading “Perkaderan IPM; Sebuah Catatan Refleksi”