Fasilitator; Coba Kurangi Bicara Deh

Saya sering menjumpai forum yang dikendalikan oleh fasilitator tetapi agak susah membedakannya dengan achievement motivation training. Seolah si fasilitator ini sedang konser tunggal. Ia berceramah kira kanan tentang suatu topik dengan penuh passion. Bergairah. “Ini Mario Teguh, Ary Ginanjar Agustian atau siapaaaaa ini” dalam hati kecilku bergumam.

Jadi agak susah kita membedakan apakah ia seorang khatib atau fasilitator? Peserta forum diceramahi. Padahal jika ia seorang fasilitator mestinya tidak terlalu banyak bicara. Fasilitator kan hanya mengantar bagaimana forum mencapai tujuan. Ia mengingatkan aturan main. Menggelitik peserta dengan pertanyaan-pertanyaan kunci. Dan tentu menghadirkan kejenakaan tatkala forum sedang buntu. Entah dengan ice breaker atau game’s. Begitu pemahaman bodohku.

Continue reading “Fasilitator; Coba Kurangi Bicara Deh”

Fasilitator atau Pekerja Project ..?

Ada dua pengalaman penting yang kurasakan terkait dengan pekerjaan fasilitasi. Pertama, bekerja sebagai fasilitator dengan sebuah project. Kedua, bekerja sebagai fasilitator pada sebuah program/agenda perubahan yang dirancang sendiri. Pendeknya, program itu dibiayai sendiri atau swadaya masyarakat (NGO/Ormas).

Dilema yang paling terasa tentu adalah bagaimana harus berperan sebagai fasilitator disatu sisi, sementara disisi lain, juga harus memastikan agenda dan target-target project harus terwujud. Itu berarti saya terkait dengan standar prosedur operasi (SOP), kontrak atau apapun istilahnya. Seringkali apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan target-target project tidak ketemu/sinkrong. Belum lagi dengan waktu (time line) project yang seringkali memaksa harus mewujudkan kegiatan/aktivitas/ karena waktu yang memburu.

Continue reading “Fasilitator atau Pekerja Project ..?”

Pemberdayaan; Sejemput refleksi

Piring berisi buah disajikan di meja oval siang itu. Dari merknya tertulis sate ayam “***omoro”. Ada teh dan juga air putih. Buah di piring. Posisi duduk peserta mengikuti meja rapat yang oval. Setiap pekan kami rutin melakukan rapat. Semua duduk berjejer, melingkar. Sebagian diantaranya anak-anak muda yang penuh semangat dan antusias. Suasana acap kali diam, mencekam. Kadangkala diselingi tawa.

Continue reading “Pemberdayaan; Sejemput refleksi”