Pemberdayaan Petani: Menegaskan Definisi, Menata Kelembagaan

Sebuah spanduk lebar berlatar seorang petani sedang menuang beras terpampang gagah di tengah sawah. Dari jauh, spanduk itu nampak jelas bertuliskan “panen padi sawah”. Di depan spanduk itu, berdiri sebuah tenda lengkap dengan panggung tempat para pejabat berceloteh. Dari jarak yang agak dekat, sekerumunan orang sedang duduk menunggu seorang pejabat yang akan memanen padi siang itu. Mereka sepertinya nampak cemas, beberapa panitia dengan ID card dan rompi hilir mudik. Seperti sedang sibuk. Di sudut lain, nampak orang bercakap-cakap. Entah apa yang mereka diskusikan. Aku tak paham.

Tidak lama kemudian aku mendengar suara sirena meraung-raung. Sepertinya suara mobil polisi yang biasa aku dengar di kota. Ya benar. Sebuah mobil patwal bergerak perlahan menuju ke lokasi spanduk besar tadi.

Continue reading “Pemberdayaan Petani: Menegaskan Definisi, Menata Kelembagaan”

Tidak Ada Akses bagi Petani Gurem

Petani gurem (peasent) adalah kelompok petani yang menggantungkan hidupnya pada lahan pertanian, dengan relatif tidak memiliki akses pasar dan regulaisi. Mereka adalah kelompok sosial yang sama dengan kita.

Kalau kita menginginkan hidup berkecukupan, mereka pun menghengdaki hidup yang demikian. Tetapi apa hendak dikata, petani gurem selalu dalam keadaan yang ditindas. Tidak mendapat kesempatan dan bahkan dikebiri lewat struktur sosial yang sangat tirani dan melabrak nilai-nilai kemanusiaan (humanisme).

Continue reading “Tidak Ada Akses bagi Petani Gurem”

Kemiskinan Petani dan Keberpihakan Negara

Sektor pertanian (dalam arti yang luas) masih merupakan sektor strategis bagi bangsa Indonesia untuk waktu lima dan sepuluh tahun kedepan. Hal tersebut disebabkan karena sebagian besar penduduk Indonesia hidup di wilayah pedesaan dengan mata pencaharian utama sebagai petani dan nelayan. Keberadaannya merupakan suatu kekuatan tersendiri bagi pembangunan nasional. Oleh karena itu peran dan partisipasinya dalam proses pembangunan bangsa adalah merupakan keniscayaan.

Continue reading “Kemiskinan Petani dan Keberpihakan Negara”