Rasa Aman di Titik Nol

Ponselku tiba-tiba bergetar. Sebuah pesan masuk. “Kak Eka dijambret, sekarang di rawat di rumah sakit Faisal” kira-kira begitu smsnya Hikma menghambur ke ponselku. Malam itu, kami baru saja pulang dari acara diskusi buku memoarnya Buya Syafi’i Ma’arif di gedung Aisyiyah, jalan Gunung Bulusaraung.

Continue reading “Rasa Aman di Titik Nol”