Panduan Solo Travelling ala Backpacker ke Selayar

Sulawesi Selatan memiliki banyak pilihan destinasi wisata. Ada budaya, minat khusus dan bahari. Di sisi selatan Sulawesi Selatan, Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan salah satu pilihan yang asyik untuk wisata bahari. Kabupaten Kepulauan berpenghuni 134 280 (BPS, 2018) jiwa ini menawarkan banyak pilihan bagi para petualang yang menyukai religi, bahari, dan budaya.

Tikala: Warung Kopi Legendaris di Manado

Ruko itu tampak tua. Berlantai dua. Catnya sudah pudar, mengelupas. Tempatnya tidak jauh dari lampu merah perempatan Jln. Sudirman 8, Manado. Pagi itu matahari baru saja beranjak di timur. Jalan sudah mulai ramai. Kota itu nampak bergeliat, bangun dari tidurnya. Dengan sendal hotel, saya berjalan, ditemani Ihsan menuju rumah kopi Tikala, sekitar 100 meter dari penginapan kami.

Peselang Resort

Di klub selam tempatku aktif, Sileya Scuba Divers (SSD) di Pulau Selayar, aku mengenal istilah paselang resort (artinya: penyelam resort). Istilah itu lahir entah sejak kapan. Yang pasti saat aku mulai bergiat di SSD, aku akrab dengan istilah itu.

Paselang adalah bahasa Selayar yang artinya penyelam. Sementara resort ya amenitas atau tempat untuk rekreasi yang menawarkan banyak fasilitas. Seringkali resort dengan konsep pantai menyatukan antara bisnis selam dengan amenitas yang ditawarkan.

Continue reading “Peselang Resort”

Tips Wisata Ke Takabonerate

Hai tema-teman pencinta perjalanan. Izinkan kali ini saya berbagi tips dan trik. Tips tentang perjalanan ke destinasi, khususnya ke Taman Nasional Takabonerate (baca: TNTBR). Oh iya, bagi Anda yang belum pernah kesini tentu bertanya-tanya. Di mana sih TNTBR itu? bagaimana caranya bisa sampai disana? dan berapa budget?

Secara geografis, TNTBR itu terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Posisinya persis di laut flores di sisi tenggara Pulau Selayar. Kalau buka maps, harus zoom dulu biar kelihatan pulau-pulau kecilnya.

Continue reading “Tips Wisata Ke Takabonerate”

Subsistensi dan Keberlanjutan Sumberdaya Laut di Pulau Gusung

Daeng (Dg) Kulle (47) baru saja selesai makan, siang itu. Ia bersiap melaut. Sebotol air digengam, sebungkus rokok dan tidak lupa korek. Ia akan mencari ikan di sekitar Pulau Gusung tempatnya bermukim. Alatnya sederhana saja, sebilah panah dan kaca mata (molo) ala bajo yang dibuat dari kayu. Kaca mata ini hanya menutupi kedua biji mata. Sementara hidung tidak dicover oleh jenis kaca mata ini.

Pulau ini secara geografis terpisah dari Pulau Selayar. Dari Benteng (Ibu Kota Kabupaten), kita bisa tempuh antara 10-15 menit naik perahu katinting. Atau dalam bahasa Selayar disebut dengan lepa-lepa. Pulau ini sepintas seperti bersambung dengan Pulau Pasi’ di selatannya, tetapi terpisah. Dibatasi oleh selat yang jaraknya sepelemparan batu. Apabila air surut, selat ini tidak bisa dilalui oleh perahu nelayan. Tetapi jika pasang, perahu nelayan bisa melintasi selat itu menuju timur pulau yang merupakan ekosistem mangrove. Orang Gusung sering menyebutnya dengan tarrusan (bersambung atau terus).

Continue reading “Subsistensi dan Keberlanjutan Sumberdaya Laut di Pulau Gusung”

5 Pantai Cantik di Kepulauan Selayar

Selayar atau Saliejer (Belanda) terletak di laut Flores. Perjalanan menuju Selayar bisa ditempuh melalui darat yaitu Bus – 6 hingga 7 jam – atau melalui penerbangan dari Makassar (35-40 menit) ke Bandar Udara Aroeppala di Padang, Selayar. Maskapai yang melayani penerbangan ke Selayar gaitu Garuda Indonesia (4 hari seminggu), Wings Air (setiap hari) dan TransNusa Air (setiap hari). Harganya kurang lebih antara 300K hingga 500K. Sedangkan bus – yg lebar dan mini bus – harganya 150K.

Continue reading “5 Pantai Cantik di Kepulauan Selayar”

Ngopi di Maraca Books & Coffee Bogor

Di awal Oktober 2018 sebuah undangan datang dari Bawaslu kepada lembaga kami (Lembaga Penelitian Sosial dan Demokrasi).  Undangan itu mendiskusikan topik yang menurut saya menarik, yaitu temuan-temuan riset Bawaslu terhadap pasangan calon tunggal pada gelaran Pilkada serentak tahun 2018.

Continue reading “Ngopi di Maraca Books & Coffee Bogor”

Korupsi Masuk Desa

Dalam satu penggalan cerita di novel “Lumpur”, Yazid R. Passandre, penulis buku itu menggambarkan satu sisi dari korupsi yang acap kali terjadi di desa. Lewat ceritanya, Passandre melukiskan bagaimana Suro, Kepala Desa Renokenongo melakukan permufakatan jahat dengan hulu balang perusahaan dalam negosiasi tanah milik warga Desa.

Bahkan di scane cerita itu, Suro – si Kepala Desa – menunda penyaluran beasiswa yang menjadi hak korban. Hingga kemudian, Tanur, anak dari Daya, janda yang rumah dan tanahnya menjadi korban lumpur mengikuti lomba layang-layang dan menuliskan “anti korupsi” dalam layangan yang dimainkan oleh anak-anak itu. Suro kemudian murka dan memenjarakan Tanur melalui suatu fitnah.

Continue reading “Korupsi Masuk Desa”