Sejumput Cerita Dari MIWF 2016

Pada suatu pagi (mungkin sekitar April awal), saya membuka path. Salah satu teman satu lorong saya adalah kak Ami. Ia mengunggah kabar tentang penyelenggaraan Makassar International Write Festival (MIWF) tahun 2016 yang diselenggarakan di Fort Rotterdam pertengahan Mei.

Lanjutkan membaca “Sejumput Cerita Dari MIWF 2016”

Iklan

Catatan Palembang (3)

Episode berikutnya yang ingin saya share yaitu sholat jum’at di Masjid Cheng Ho yang jaraknya tidak jauh dari jakabaring sport center. Kami ke masjid Cheng Ho berempat saya, Zulfikar, Arman dan Aan. Kami naik mobil diantar si Arman yang asli anak Palembang. Meski pun begitu, letaknya masih harus berkelok-kelok bahkan masuk ke kawasan perumahan. Jaraknya kurang lebih tiga kilo meter dari pusat kota Palembang.

Lanjutkan membaca “Catatan Palembang (3)”

Catatan Palembang (2)

Usai makan, kami bergegas ke arah kota Palembang. Menyusuri jalan utama. Mataku menengok kiri kanan. Memperhatikan kota dengan penghuni wong kito galo ini. Ya mengamati dari sisi yang paling dekat tentang kota ini. Untung saja aku tidak bersama dengan Ayah. Ia acapkali men-judge-ku kampungan. “Nengok kiri-kanan (lihat bangunan) di kota itu kampungan” ucapnya suatu waktu saat menemaniku naik becak di kota kecil, Kabupaten kami. Padahal ia juga tinggal di kampung. He..he…

Lanjutkan membaca “Catatan Palembang (2)”

Catatan Palembang (1)

Selamat datang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Palembang. Pasang sabut pengaman anda sampai pesawat ini benar-benar dinyatakan berhenti oleh otoritas Bandara” demikian pemberitahuan awak cabin Sriwijaya Air yang aku tumpangi.

Lanjutkan membaca “Catatan Palembang (1)”

#BukuUntukAnakPulau

Membaca buku bagus
Seperti bercakap-cakap dengan orang hebat
Dari abad-abad terdahulu
[Rene Descartes, 1617]

Bagaimana cerita lahirnya program #BukuUntukAnakPulau ini?

Jujur ini pengalaman pribadi di tahun 1989 hingga awal 90-an. Aku sekolah SD di Pulau Bonerate, Kepulauan Selayar. Perpustakaannya, ya ampun hanya ada bacaan keluarga Budi. Ibu Budi, Bapak Budi, dan Adik Budi. Maka setelah balik dari Jawa tahun 2013, dua tiga kali berkunjung ke pulau-pulau itu menjalankan tugas kantor. Berinteraksi dari dekat dengan keseharian anak-anak itu.

Lanjutkan membaca “#BukuUntukAnakPulau”

Dive di Ngapaloka, Selayar

Pagi itu cerah sekali. Mobil yang kami tumpangi meraung-raung. Menanjak sisi-sisi bukit Desa Patilereng yang terjal. Dengan lebar jalan yang hanya cocok untuk satu kendaraan roda empat. Jalan masih basah. Sementara dari arah timur, sang surya merangkak naik. Memancarkan cahaya. Memberi kehidupan bagi semesta alam.

Lanjutkan membaca “Dive di Ngapaloka, Selayar”

Lombok: Dari Ayam Taliwang hingga Sate Bulayak

Pesawat yang aku tumpangi akhirnya landing di Lombok International Air Port. Udara cerah. Terik matahari menyengat diluar cabin. Kuambil tas pakaian dan kamera yang aku simpan di bagasi saat naik dari Surabaya. Perlahan penumpang bergerak turun melalui pintu utama pesawat menuju ruang kedatangan.

Lanjutkan membaca “Lombok: Dari Ayam Taliwang hingga Sate Bulayak”