Selamat Jalan Pejuang Mustadha’afin

Teng…! teng…! Suara nada pemberitahuan yang masuk ke group whatsap smart phone milikku berdenting terus menerus. Sejenak saya melirik jam yang terpampang kaku di dinding, waktu sudah menunjukkan pukul 24.45 Wita. Saya tak lagi memedulikan hilir mudik pesan itu. Sejak sore, nyeri kepala membuatku tak berkutik dan perut terasa mual. Ingin sekali muntah rasanya.

(lebih…)

Mengawal Desa

Pagi itu, medio Agustus 2014 saya bersama kawan Risal Suaib (saya memanggilnya Bung Jak) dan Ishak Salim ikut forum bulanan yang dihelat oleh Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM. Topiknya menarik: desa. Saya duduk di pojok sekali. Menikmati kacang, pisang rebus dan segelas teh yang acap kali disuguhkan oleh lembaga yang didirikan oleh almarhum Sartono Kartodirjo itu. Ishak mengambil posisi didepan. Sementara Bung Jak duduk di pojok lain bersama seorang kawan dari Flores, NTT.

(lebih…)

Graduation

Di sebuah pagi di bulan januari 2015 saat minum teh bersama keluarga, ponsel saya tiba-tiba berdering. Teman saya (Ayu Ogari: namanya) memberi kabar bahwa kami bisa wisuda periode januari ini. Kok gitu.

Ceritanya begini. Kami (berempat) termasuk mahasiswa/i yang melewati batas waktu studi 2 tahun. Sehingga sampai batas waktu terakhir input data calon wisudawan kami masih kekurangan satu syarat untuk bisa ikut wisuda. Apa itu? Surat keterangan bebes biaya pendidikan dari direktorat akademik.

(lebih…)