Radikal Boleh Asal Jangan Main Mercon

Belum lama ini publik di kejutkan dengan aksi penggebrakan kelompok Nurul Haq di kawasan Ciputat oleh tim anti terror, Densus 88. Menurut penjelasan Polisi, kelompok ini merupakan jaringan Abu Roban dari tandzim jihad Indonesia bagian Barat. Yang selama ini di tengarai melakukan penembakan terhadap polisi di beberapa tempat di Jakarta.

Baca lebih lanjut

Selamat Tinggal Mata, Welcome Salah

Club – CHELSEA FC – telah resmi mengumumkan transfer Juan Mata ke The Red Davils. Ia tinggal menunggu tes medis saja untuk memastikan mantan gelandang Valencia itu bisa tanda tangan kontrak. Harga transfer Juan cukup fantastis, £37 juta. Dan saya kira itu harga yang pantas untuk kualitas seorang Juan.

Baca lebih lanjut

Belajar Hukum Humaniter

Saya ingin mencatatkan pengalaman beberapa tahun lalu. Tepatnya awal 2013. Kantor saya bekerjasama dengan Komite Internasional Palang Merah (ICRC). Staf dan volunteer dilatih soal Hukum Humaniter Internasional (HHI). Selama dua hari kami berjibaku dengan gagasan-gagasan tentang HAM dan hukum humaniter internasional. Kami nonton film, diskusi dan games. Sejumlah narasumber ikut berbagi pengalaman dengan kami.

Baca lebih lanjut

Budiman Sudjatmiko, Si Aktivis Rapi yang Memilih Perjuangan Politik

“Keterlibatan saya sebagai seorang aktivis merupakan konsekuensi logis dari pencarian akan makna kehidupan pribadi dan sosial saya sebagai seorang anak muda”. – Budiman Sudjatmiko

Seorang anak muda berkacamata menyampaikan orasi di tengah-tengah massa yang mendukung Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Suaranya menggelegar membakar emosi massa. Rambutnya di potong rapi. Di badannya menempel kameja berwarna putih lengang pendek – persis seperti anak kuliahan semester satu – dengan ujung bawah baju didalam celana. Kontras dengan kebanyakan massa aksi. “Buktikan organisasi kami komunis,” sergahnya suatu ketika di bulan Juli 1996. Siapa lagi kalau bukan Budiman Sudjatmiko. Namanya semakin melambung setelah peristiwa berdarah, 27 Juli 1996 di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat. Peristiwa getir yang memilukan. Sekaligus menjadi salah satu pemantik lagu perlawanan rakyat.

Baca lebih lanjut

Secangkir Kopi di Warkop Wajo

Langit Makassar lumayan terang sejak pagi. Sore itu aku bergerak ke kawasan Pengayoman. Cahaya lampu kota mulai menyala. Pertanda bahwa pergantian siang dan malam kini dimulai. Itu sunnatullah. Artinya ada siang pastilah ada malam. Demikian sebaliknya. Mobil dinas yang ku tumpangi mengantarku menyusuri jalan pengayoman. Aku minta diturunkan di sebuah jasa penjahitan pakaian. Aku memesan pakaian untuk kepentingan dinas kantor.

Baca lebih lanjut

Catatan Dari Orientasi Penyelenggara Pemilu

Saat sedang rakor validasi nama-nama calon anggota legislatif 2014, rekan kerja menyampaikan perihal undangan mengikuti orientasi dan pembekalan anggota KPU periode 2013-2018 yang di selanggarakan tanggal 25-28 Desember 2013 di Clarion Hotel, Makassar. Setelah rakor selesai, segera pamit untuk menyiapkan pakaian buat berangkat ke Makassar besoknya.

Baca lebih lanjut

Sahabat

Kali ini aku ingin mencatatkan sebuah pengalaman bertemu kembali dengan sahabat lama. Bermula saat lembaga dimana saya bekerja – kpu – digugat oleh beberapa aktivis partai politik. Di pertengahan oktober yang panas tahun 2013, datanglah aku ke Jakarta. Kedatanganku tentu berbeda dari biasanya. Aku ke Jakarta seringkali karena urusan dengan lembaga donor; entah meeting atau workshop, dll. Intinya soal kerja dan seringkali karena pengen jalan-jalan. Kali ini ke ibu kota sebagai persakitan. Terlapor dalam perkara pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu.

Baca lebih lanjut