Korupsi Masuk Desa

Dalam satu penggalan cerita di novel “Lumpur”, Yazid R. Passandre, penulis buku itu menggambarkan satu sisi dari korupsi yang acap kali terjadi di desa. Lewat ceritanya, Passandre melukiskan bagaimana Suro, Kepala Desa Renokenongo melakukan permufakatan jahat dengan hulu balang perusahaan dalam negosiasi tanah milik warga Desa.

Bahkan di scane cerita itu, Suro – si Kepala Desa – menunda penyaluran beasiswa yang menjadi hak korban. Hingga kemudian, Tanur, anak dari Daya, janda yang rumah dan tanahnya menjadi korban lumpur mengikuti lomba layang-layang dan menuliskan “anti korupsi” dalam layangan yang dimainkan oleh anak-anak itu. Suro kemudian murka dan memenjarakan Tanur melalui suatu fitnah.

Continue reading “Korupsi Masuk Desa”

#BukuUntukAnakPulau

Membaca buku bagus
Seperti bercakap-cakap dengan orang hebat
Dari abad-abad terdahulu
[Rene Descartes, 1617]

Bagaimana cerita lahirnya program #BukuUntukAnakPulau ini?

Jujur ini pengalaman pribadi di tahun 1989 hingga awal 90-an. Aku sekolah SD di Pulau Bonerate, Kepulauan Selayar. Perpustakaannya, ya ampun hanya ada bacaan keluarga Budi. Ibu Budi, Bapak Budi, dan Adik Budi. Maka setelah balik dari Jawa tahun 2013, dua tiga kali berkunjung ke pulau-pulau itu menjalankan tugas kantor. Berinteraksi dari dekat dengan keseharian anak-anak itu.

Continue reading “#BukuUntukAnakPulau”

Mengawal Desa

Pagi itu, medio Agustus 2014 saya bersama kawan Risal Suaib (saya memanggilnya Bung Jak) dan Ishak Salim ikut forum bulanan yang dihelat oleh Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM. Topiknya menarik: desa. Saya duduk di pojok sekali. Menikmati kacang, pisang rebus dan segelas teh yang acap kali disuguhkan oleh lembaga yang didirikan oleh almarhum Sartono Kartodirjo itu. Ishak mengambil posisi didepan. Sementara Bung Jak duduk di pojok lain bersama seorang kawan dari Flores, NTT.

Continue reading “Mengawal Desa”

Tawangmangu: Vegetasi dan lendscape alam yang memikat

Tanggal 24-26 Juli 2012 saya ke Tawangmangu untuk memfasilitasi sebuah training. Ke wilayah tersebut ditempuh kurang lebih 3 jam perjalanan dari Jogja. Tawangmangu adalah salah satu Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Wilayah tersebut berada di lereng Gunung Lawu. Sehingga suasananya cukup dingin.

Continue reading “Tawangmangu: Vegetasi dan lendscape alam yang memikat”

Catatan Perjalanan Ke Lamongan

Perjalanan ini saya lakukan tahun 2009 yang lalu. Karena tidak sempat terekam dalam blog. Tapi tetap terekam dalam foto. Kali ini saya tidak akan cerita melalui note ini, tapi biarkan foto-foto berikut ini yang bertutur. Saya ke Lamongan dalam konteks riset “Identifikasi Potensi Industri Kecil Menengah (IKM) berbasis pangan lokal” Dirjen IKM, Kementrian Perindustrian.

Continue reading “Catatan Perjalanan Ke Lamongan”

Pemberdayaan Petani: Menegaskan Definisi, Menata Kelembagaan

Sebuah spanduk lebar berlatar seorang petani sedang menuang beras terpampang gagah di tengah sawah. Dari jauh, spanduk itu nampak jelas bertuliskan “panen padi sawah”. Di depan spanduk itu, berdiri sebuah tenda lengkap dengan panggung tempat para pejabat berceloteh. Dari jarak yang agak dekat, sekerumunan orang sedang duduk menunggu seorang pejabat yang akan memanen padi siang itu. Mereka sepertinya nampak cemas, beberapa panitia dengan ID card dan rompi hilir mudik. Seperti sedang sibuk. Di sudut lain, nampak orang bercakap-cakap. Entah apa yang mereka diskusikan. Aku tak paham.

Tidak lama kemudian aku mendengar suara sirena meraung-raung. Sepertinya suara mobil polisi yang biasa aku dengar di kota. Ya benar. Sebuah mobil patwal bergerak perlahan menuju ke lokasi spanduk besar tadi.

Continue reading “Pemberdayaan Petani: Menegaskan Definisi, Menata Kelembagaan”

Hak Keperdataan Korban Merapi

Saya memiliki pengalaman yang indah dengan Merapi. Tahun 2006 yang lampau, saya pertama kali menginjakkan kaki di lereng gunung api paling aktif tersebut. Saya merasa nyaman dengan suasana gunung itu. Udara yang segar dan air yang dingin disertai semilir angin adalah suasana khas pegunungan yang sulit dijumpai di ekosistem lain.

Continue reading “Hak Keperdataan Korban Merapi”

Kenapa Harus CO?

Salah satu yang menjadi obsesiku (tentu atas dasar kajian need assessment) dalam konteks pertanian ialah pentingnya kehadiran organizer dalam membangun jama’ah/organisasi tani. Tidak hanya dalam konteks pertanian, tapi pendekatan community organizer (CO) ini juga relevan dalam banyak konteks tentunya. Apakah pendidikan, hukum, dan lainnya.

Continue reading “Kenapa Harus CO?”